Lamongan saat ini mengalami kemajuan dalam pembangunan dan perekonomian yang pesat. Dengan adanya lumpur Lapindo,membuat sebagian besar orang memilih alternatif berekreasi di Wisata Bahari lamongan daripada mejunu malang dan sekitarnya seperti yang terjadi sebelum bencana Lapindo.
Dalam hal pangan, lamongan mengalami surplus padi sebanyak 640.000 ton beras setiap tahunnya. Hal ini yang menjadi dasar kerjasama Pemkab Lamongan dengan PT. Jatin Grha Utama melakukan kerjasama menyediakan sarana pengumpulan hasil beras di Pasar Induk Beras lamongan.
Dengan adanya proyek ini, makan PT. JGu saat ini memiliki 2 proyek pasar yaitu Pasar Induk Beras Lamongan dan Pasar Induk Agrobis Jawa Timur.
yah semoga pembangunan ini bisa membantu petani dalam memasarkan hasil panennya dan membantu konsumen mendapatkan barang dengan harga lebih layak daripada beli di pasar modern yang semakin menjamur.





Posted in
Tags: 




eh apa bisa titip kulakan beras lewat risda dg harga diskonan? hehe
salam kenal mbak..
menunggu berasnya dikirim ke rumah ku…
kmu bikin apanya di sini ?
Wuah 1 lapak nya dijual berapa duit yah ?
I bet you absolutely know nothing bout de prices kan . . . .
takpikir wis dadi mbak. ngomong-ngomong soal beras, saya pikir ada yang aneh di sini, petani ngeluh harganya ndak naik-naik, sementara konsumen ngeluh kalo harganya tinggi. mungkin ada yang salah dengan distribusinya
yang buat maketnya sapa ? *komentar nyasar* hihihi
.
Ntar kalo mbangun yang bener ya dik…
Jangan gampang roboh ditiup angin…
**kalem…**
Wadooooowww…!!!!
Siapa yang dorong gue ?! *celingak-celinguk*
Tapi ga apa-apa koq.
Blognya bagus…nanti kesini lagi ah *ngeloyor pergi*
waw…..new hangout place yaa!!
hhihiiiii
Wah surplus ya? boleh tuh dikirim ke sini
Asalkan pasarnya bisa terjaga kerapihan dan kebersihannya…. pasti byk yang akan terus belanja ke sana sehingga petani pun bisa terus menjual padinya… tidak tergilas pasar modern itu..
.
tak kirain mo jualan, salah tafsir saia, hahahaha…
Jadi, pasar induk beras khusus komoditas beras saja ? Terus yang bakal ngisi petani, atau pedagang berasnya ? Oya, Lamongan semakin maju saja ya?