Kontroversial Miyabi saat ini menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Pada acara berita di televisi, berita gempa dan pemilihan mentri menjadi mata panah berita, ditayangkan pada urutan ke satu, berita Miyabi menjadi penutup berita yang “manis”.
Miyabi memang memiliki pro kontra, tapi yang membuat saya salut, tentu saja si empu ide mengajak si muka innocent ini bergabung dalam film bergenre komedi. Mereka tau bahwa Miyabi ini akan menjadi magnet karena memiliki fans setia yang seabreg.
Kontroversial ini malah membuat ketenaran Miyabi semakin terdongkrak. Liat saja situs jejaring sosial milik si Maria Ozawa ini, ribuan orang klik “like this pict” dan ratusan lain berkomentar, dimana selalu terdapat komentar dalam berbahasa Indon,,heheheh (yang cowok pasti langsung ke lokasi)
Ketenaran ini pun terlihat dari semakin banyaknya pihak pihak yang selama ini ga tahu sapa itu Miyabi menjadi tahu dan paham. Mulai dari anak sd sampai ketua Majelis Ulama kita yang terhormat ikut berkomentar tentang kontroversi ini.
Saya sih setuju saja fatwa larangan Miyabi datang ke Indonesia, tapi mbok ya dilihat juga bagaimana film-film horor di bioskop saat ini bertema setan-setanan dari yang jualan jamu sampai yang ngesot-ngesot. Kok ya bisa lulus sensor.
Sebenarnya ada yang bisa kita tiru dari seorang Miyabi. Yaitu totalitasnya. Dia bisa saja jadi model yang lurus-lurus saja, hanya saja pasti banyak fotografer yang menganggap badannya terlalu kecil, mukanya terlalu innocent, dan matanya kurang tajam setajam model-model yang berjalan bagai macan di red carpet.
Dia paham, muka innocent dia diincar dalam satu bidang yang memerlukan “kepasrahan total” dan membuat dia saat ini bisa tidur enak hanya dengan “ongkang-ongkang” kaki..hehehe
Apapun kontroversial negatif tentang dirinya, totalitas berperan penting dalam menunjang kesuksesannya. Jadi yuk kita total dalam bidang yang kita mampu, hingga menjadi Miyabi dalam versi yang berbeda. hehehe
Nb. Saya kok gag rela klo peran Miyabi digantikan Luna Maya





Posted in
Tags:





