Lama absen menulis. Saya benar-benar ‘blank’ mau nulis apa.
Nulis ini sambil perjalanan ke Bali. Acara akhir tahun kantor. Menggunakan transportasi roda empat menempuh hampir setengah hari perjalanan.
Dimulai curhatan pertama. Hari ini saya mendapat teguran dari Pemberi Hidup. Teguran yang berharga buat saya, karena senilai hampir setengah surga dunia sebulan.
Ceroboh itu mahal harganya sobat..
Alhamdulilah Allah masiy sayang dengan si pelupa akhirat ini, masih termasuk kaum yang diingatkan untuk kembali bersujud. Perbanyak sholat dhuha ah, biar rejeki makin lancar untuk menutup lubang yang terpaksa tergali.
Oot, slogan ‘pembangunan merata hingga daerah’ nampaknya belum tercapai di Jawa Timur yah..Masa jalan propinsi hanya satu jalur untuk 2 arah. Musim liburan bikin kendaraan kaya semut baris rapi. Pak Dhe (sebutan buat Gubernur Jatim), jangan lupa pembangunan daerah yaaa..Transportasi yang utama Pak Dhe,kalo jalanan lancar dan lebar kan mempermudah faktor-faktor penunjang masuk.
Baru jam 7 malam jalanan sudah gelap gulita. Nambah lagi saran buat PakDhe, penerangan jalan propinsi ya pak, biar ndak gelap gulita begini kalau sudah keluar area kota. Tapi kegiatan pemadaman bergilir di Surabaya jangan ditambah jam tayangnya Pak..hehe
Sepanjang perjalanan saya melihat beberapa ‘pasar modern ambil sendiri’. Bukti kemodernan di daerah. Namun kemodernan yang ada di daerah-daerah malah buat saya merugikan warga sekitar. Masuknya pasar modern ‘ambil sendiri’, menurut saya merugikan pemain lokal. Ya tapi bagaimana lagi jika pihak swasta yang lebih panjang langkah ke daerah-daerah.
Ok, waktunya break makan malam. Nanti disambung jika nyawa belum setengah melayang.
allahuma salamatann fiddinn Lahaula wala kuata ila bila hil ali hil azim




Posted in




