Archive for the ‘interior’ Category

Denah tumbuh rumah type 30/90

Rumah sebagai kebutuhan akan papan, sebagai tempat beristirahat setelah seharian beraktifitas, diharapkam bisa memberi kenyamanan bagi penghuninya, sehingga saat ini, tata ruang, ekterior dan interior suatu tempat tinggal menjadi perhatian yang penting bagi penghuninya.

Namun, banyak yang lebih memilih “produk jadi” sebuah perusahaan property untuk dijadikan tempat tinggal. Selain itu, banyak pula type perumahan ditawarkan untuk menarik minat pembeli.

Seperti halnya lajang Surabaya yang satu ini,pria yang berperan dan berjasa dalam memberikan domain http://risdania.com ini membeli sebuah rumah yang kebetulan produk dari perusahaan saya.

type-30

Rumah di kawasan Sidoarjo bertype 30/90 (luas bangunan/luas tanah). Dikarenakan “produk jadi”, mas Faris berkeinginan untuk sedikit memperluas bangunan dan menjadikan bangunan 1 lantai menjadi 2 lantai.

alternatif 1:

denah-tumbuh

Keterangan:

Denah diatas diasumsikan kebutuhan akan ruang tidur utama yang berukuran lebih besar dari kamar tidur yang telah tersedia. Selain itu ditambah ruang makan yang menyatu dengan dapur, sehingga area depan akan lebih lapang. Taman belakang tetap dipertahankan untuk membantu sirkulasi udara segar dalam ruangan.

Alternatif 2:

alternatif-2

keterangan:

Alternatif ke 2 mempertimbangkan kebutuhan akan dapur kotor yang lebih lapang sehingga tidak perlu menyatu dengan ruang makan seperti pada alternatif pertama.


Semoga saran yang saya berikan bermanfaat.

Maen ke ruang kerja Pak Dhe Karwo

.
Kemarin saya menemani sekretaris bos untuk pergi ke pemprov. Ini bukan pertama kalinya saya menemani beliau siy. Cuma yang agak berbeda, biasanya cuma mampir ke pemprov lalu ke ruangan asisten II, sekarang pakai mampir ke ruang gubernur.

Ada yang sudah pernah masuk?

Sebagai salah satu cagar budaya daerah, bangunan ini terawat dengan baik secara eksterior maupun interior. Bangunan bergaya empire state menunjukkan secara eksterior siapa penghuni bangunan ini.

dsc00790Ruangannya bagus dan nyaman. Lantai marmer tertutup oleh karpet tebal. Warna dinding coklat dengan sebagian partisi dari kayu yang diekspos. Saat itu hanya terdapat 2 staff. Kebetulan pakdhe karwo sedang keluar.

Karena baru pertamakali mampir, tentunya masih udik. Saat Bu Sekretaris ngobrol dengan staff gub, saya keliling-keliling untuk melihat. Si mas staff rupanya menyadari kalau ini kunjungan pertama saya. Jadi dia malah menawarkan untuk masuk melihat ruang kerja pakdhe (Pak Dhe nya lagi rapat diluar soalnya) . Wew..

dsc00795Ruang kerjanya terdiri dari 2 ruangan. Ruangan pertama berisi sofa-sofa untuk menjamu tamu. Lalu disisi lainnya terdapat ruangan lebih kecil dengan seperangkat meja kerja.

Yang menarik, di ruangan ini terdapat foto-foto Surabaya tempo dulu. Nanti kalau punya rumah sendiri, saya ingin mencetak poto seperti ini ukuran besar untuk hiasan dinding. hehe

Bu.R yang sudah hafal dengan saya menawarkan untuk foto-foto diruangan ini. hihihi jadi malu….

Sebagai orang nomer 1 di pemerintahan daerah, memang cocok memiliki ruang kerja sekelas hotel. Saya jadi membayangkan, andai ruangan ini juga bisa dikunjungi oleh umum pada hari-hari tertentu untuk menunjukkan bagaimana siy ruangan kerja L-1 tentu akan menarik.

Beauty salon

Salon kecantikan identik dengan wanita dan pria metroseksual. Bisa dikatakan salon adalah surganya para wanita, tapi menurut saya kurang tepat. Surga tuw kalo servis bagus plus murah, klo mahal mencekik gara-gara brand owner ya ga surga namanya,,hehehehe

Berhubung sudah sering menyiksa rambut, perawatan ke salon buat saya menjadi hal yang wajib. Sekalian refresing juga siy ^.^

Saya jadi ingat sempat mendesain salah satu salon di Surabaya (jaman kerja ama bos bermata sipit), jadi pengen share ternyata kepakai dikit tuw ilmu kuliah.

Senangnya menjadi desaigner itu kita sangat didengarkan pendapatnya oleh klien. Saya kadang suka memasukkan selera pribadi kedalam desain..hehehehe..coba tebak mana yang selera pribadi saya..yang bisa nebak berarti hebat ^.^

new-r-1

new-r-10

*design by me

nasib yang ga dicontreng..

.

.

.

.

.

.

.

.

Selesai sudah proses pencontrengan para wakil rakyat kita. Jalanan uda bersih dari gambar-gambar poto mereka yang paling oke sampe bikin pusing ngeliat. Mulai dari ukuran 1m x 1m mpe yang guedhe nutupin bangunan dengan seenaknya.

Kalian liat kan gimana pose andalan mereka di baliho-baliho? senyum mengambang secerah matahari terbit, ibarat pahlawan baru pulang dari medan perang. Itu klo mereka menang..kalo kalah???

Ney yang jadi fenomena sekarang. Semua rumah sakit jiwa sudah menyiapkan kamar-kamar vip untuk mereka yang sudah tak kuat menahan beban kalah nyaleg.

pak..bu..uda tau resiko nyaleg to sampeyan semua??

Bangsa kita sebagai bangsa yang baru belajar demokrasi banyak femomena-fenomena baru. Dipikir nyaleg tuw asal maen keberuntungan. Ikut nyaleg tidak disertai mental yang kuat dari para pemainnya. Kok kaya maen togel aja. Cukup semaleman duduk dibawah pohon beringin trus masang angka berharap jadi milyuner.

Sudah tau prosentase menang cuma 1% masih aja nekat mengadu nasib. Mana modal yang digunakan buat kampanye itu ga sedikit. Maksa lagi! Yang pake modal harta sendiri aja stress kalau kalah, apalagi yang pakai duit hutang..fiuh..

Nah ternyata gag cuma materi aja yang jadi beban mereka yang kalah, beban mental harga diri yang ga bisa dinilai dengan materi inilah yang kadang menjadi faktor utama penyebab stress.

Bayangkan, di kandang sendiri, ga ada nyang nyontreng mereka.

Pak..Bu..rakyat kita ini memang suka ama yang namanya suap dan kawan-kawan, tapi mereka juga tau yang nyuap tuw contoh ga bagus.

Pembelajaran yang mahal sekali buat yang kalah nyaleg. Yah moga-moga buat caleg-caleg lain yang kalah tetep sabar. Bekali mental yang kuat untuk maju ke pencalegan sesi berikutnya. (Terutama bekal materi..hehe)

Mending nonton acara gosipnya Yuni Shara pacaran ma Raffi ahmad aja deh. Ga bikin miris ngeliatnya..hehe

Powered by WordPress | Designed by: Free MMORPG | Thanks to MMORPG List, VPS Hosting and Video Hosting
snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake