Posts Tagged ‘BLT’

BLT kok diributin..Nyutos aja gag ribut…

Banyak orang bilang saat ini sedang krisis global. Bayi meninggal karena kurang gizi masih sering menjadi topik berita.

Tapi polemik seperti ini sepertinya tidak berpengaruh pada kalangan masyarakat menengah atas. Kasus nyata yang ada di sekitas saya ajalah kehidupan diSurabaya Town Square pada malam minggu.

Sebagai salah satu dari golongan yang sering berkunjung ke Sutos, saya jadi sering berfikir, “bener gag sih sekarang lagi krisis ekonomi?”

Alasan saya sering ke Sutos yang pertama saya penggemar cinema, kedua karena Sutos hanya berjarak 5 menit dari kantor, yang ketiga, saya selalu ingat iklan film bioskop yang akan tayang selalu diahkiri kalimat ” saksikan di bioskop kesayangan anda”. Karena saya sudah menganggap bioskop di Sutos sebagai bioskop kesayangan saya, mau gag mau jika ada film bagus otomatis saya ke Sutos. hehehehe

Jika saya datang ke Sutos pada hari kerja, sebagian besar pengunjung adalah para para pekerja yang melepas lelah sepulang kerja. Lain halnya jika berkunjung pada saat weekend. Kita bagai melihat parade fashion di setiap sudut tenant.Setiap orang seakan berlomba tampil paling “in”.

Ini berlebihan?

menurut saya tidak. Toh mereka berpenampilan pada waktu dan tempat yang tepat.

Hanya saja mengingat masih adanya bayi kurang gizi diluar sana membuat saya miris melihat gaya hidup ini.

Berapa rupiah yang sering dikeluarkan untuk aktivitas di weekend ini?

misal:
Nonton 2 orang : 50 rb
popcorn n drink : 50 rb
dinner setelah nonton : 250 rb

total : 350 rb

Ini berlebihan?

Menurut saya standard untuk kelas ini.

Jika gaya hidup seperti ini tidak menjadi masalah, mengapa banyak orang protes saat pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat kelas menengah bawah. Sumber BLT yang berasal dari pinjaman luar negeri dianggap sebagai pembodohan. Banyak pihak berpendapat seharusnya pemerintah memberi pancing bukan ikan.

Padahal kita semua mengerti, jika pemerintah membuka lapangan usaha tentu berbentuk BUMN dan BUMD. Sebagai badan usaha yang sumber modalnya dari APBN dan APBD, tentu diperlukan manajemen pengelolaan secara profesional agar menghasilkan profit untuk dikembalikan lagi kepada pemerintah. Profit inilah yang digunakan pemerintah dalam bidang pembangunan.

Untuk menghasil profit, diperlukan tenaga ahli dalam setiap bidangnya. Lalu pada bagian manakah masyarakat yang berpendidikan menengah bawah dapat tertampung?

Sebagai informasi saja, menurut laporan Dirut Jatim Krida Utama, BUMD Jawa Timur dalam ketenaga-kerjaan, menyatakan 60% dari pengangguran di Jawa Timur berpendidikan SD dan SMP.

Uda nulis panjang lebar gini apa sih hubungannya dengan Sutos???

Bayangkan jika pengeluaran tiap weekend dari golongan menengah atas ini dikumpulkan untuk membuka lapangan usaha hingga dapat menampung pengangguran Jawa Timur yang 60% ini.

Jika memang saat ini pemerintah baru mampu memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai kepada mereka yang membutuhkan, mengapa banyak pihak yang mencela??????

nb: postingan ini terjadi karena teman kantor saya a.k.a harlock mengeluh tentang group di FB berjudul BLT membodohi rakyat…FB lagi FB lagi…heheheh

Powered by WordPress | Designed by: Free MMORPG | Thanks to MMORPG List, VPS Hosting and Video Hosting
snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake snowflake